Apa Itu Procurement, Dari Deskripsi Pekerjaan hingga Gaji

Procurement

SJAP – Pernah dengar tentang profesi procurement?

Atau mungkin kamu sedang mempertimbangkan untuk melamar pekerjaan di bidang ini? Nah, kamu berada di tempat yang tepat!

Kita akan ngobrol-ngobrol santai tentang segala hal yang perlu kamu ketahui mengenai dunia procurement. Mulai dari apa itu procurement, apa saja tugasnya, syarat-syarat melamar, hingga berapa sih gajinya.

Penasaran sekali Bukan?

Apa Itu Procurement?

Sebelum kita masuk ke detail, mari kita pahami dulu apa itu procurement. Secara sederhana, procurement adalah proses pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan atau organisasi. Proses ini melibatkan berbagai tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan, pencarian supplier, negosiasi harga, hingga pengelolaan kontrak. Intinya, procurement itu seperti jembatan antara kebutuhan perusahaan dengan penyedia barang atau jasa.

Tugas dan Tanggung Jawab Procurement

Tugas dan tanggung jawab dalam bidang procurement sangatlah beragam dan memegang peranan penting dalam menjaga kelancaran operasional perusahaan. Mari kita bahas lebih lanjut:

1. Menentukan Kebutuhan

Sebagai seorang profesional procurement, salah satu tugas utamanya adalah melakukan analisis mendalam untuk menentukan kebutuhan perusahaan secara akurat. Ini bukan hanya sekadar membuat daftar barang atau jasa yang dibutuhkan, tetapi juga mempertimbangkan aspek-aspek seperti kualitas, jumlah, dan waktu pengiriman yang diperlukan.

2. Mencari dan Menilai Supplier

Setelah kebutuhan perusahaan ditetapkan, tugas selanjutnya adalah mencari supplier yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Proses ini melibatkan penelusuran pasar, identifikasi calon supplier potensial, dan evaluasi terhadap kualitas, keandalan, serta reputasi dari setiap supplier yang dipertimbangkan.

3. Negosiasi Kontrak

Seorang procurement specialist bertanggung jawab untuk melakukan negosiasi dengan supplier terpilih guna mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Ini meliputi negosiasi harga, jangka waktu kontrak, persyaratan pembayaran, serta klausul-klausul lain yang relevan.

4. Pengelolaan Kontrak

Setelah kesepakatan dicapai, tugas procurement tidak berakhir di sana. Mereka juga harus memastikan bahwa kontrak-kontrak tersebut dipatuhi dan dikelola dengan baik selama masa berlakunya. Hal ini mencakup pemantauan kinerja supplier, penanganan masalah atau perubahan yang mungkin terjadi, serta penyesuaian kontrak jika diperlukan.

5. Evaluasi Kinerja Supplier

Sebagai bagian dari proses pengelolaan kontrak, seorang procurement specialist juga harus secara berkala mengevaluasi kinerja supplier. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa supplier terus memenuhi standar kualitas dan layanan yang diharapkan, serta untuk mengidentifikasi area perbaikan jika diperlukan.

  General Manager, Tugas, Lulusan, Jobdesk, dan Gajinya

Itulah beberapa Job Desc Procurement dalam sebuah perusahaan.  Melalui pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan perusahaan, kemampuan untuk bernegosiasi dengan baik, dan kemampuan untuk mengelola hubungan dengan supplier, seorang procurement specialist berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional perusahaan dan pengeluaran yang efisien.

Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi bagian integral dari tim operasional perusahaan, tetapi juga menjadi kunci kesuksesan dalam mencapai tujuan bisnis yang lebih luas.

Syarat Melamar Kerja di Bidang Procurement

Secara umum ada banyak Syarat melamar menjadi Procurement di Pabrik atau perusahaan. Mungkin, Secara Spesifik Syaratnya bisa kalian lihat sesuai dengan lowongan tersedia.\

Pasalnya, untuk beberapa perusahaan mungkin akan Menetapkan batas IPK , atau cenderung mencari yang berpengalaman lebih dari 1 Tahun.

Nah, Secara umum Untuk menjadi seorang profesional di bidang procurement, terdapat beberapa syarat yang umumnya diharapkan oleh perusahaan. Berikut adalah beberapa syarat melamar kerja di bidang procurement:

1. Pendidikan

Gelar sarjana di bidang terkait merupakan syarat umum yang seringkali dipersyaratkan oleh perusahaan-perusahaan dalam proses rekrutmen. Bidang studi yang relevan untuk pekerjaan di bidang procurement antara lain manajemen bisnis, manajemen operasi, logistik, atau bidang terkait lainnya.

2. Pengalaman Kerja

Meskipun tidak selalu menjadi syarat mutlak, memiliki pengalaman kerja di bidang procurement atau posisi terkait dapat menjadi nilai tambah yang besar. Pengalaman ini dapat diperoleh melalui magang, pekerjaan paruh waktu, atau pengalaman kerja penuh waktu di industri terkait.

3. Keterampilan Negosiasi

Keterampilan negosiasi yang kuat merupakan salah satu kompetensi kunci yang diharapkan dari seorang profesional procurement. Kemampuan untuk bernegosiasi dengan supplier guna mencapai kesepakatan yang menguntungkan perusahaan adalah hal yang sangat penting dalam pekerjaan ini.

4. Kemampuan Analitis

Seorang procurement specialist harus memiliki kemampuan analitis yang baik untuk dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai informasi, data, dan faktor-faktor yang relevan dalam proses pengambilan keputusan. Kemampuan ini sangat diperlukan dalam mengevaluasi kualitas, harga, dan keandalan supplier.

5. Keterampilan Komunikasi

Kemampuan komunikasi yang efektif, baik secara lisan maupun tulisan, sangat diperlukan dalam pekerjaan di bidang procurement. Seorang procurement specialist harus dapat berkomunikasi dengan baik dengan berbagai pihak, termasuk tim internal perusahaan, supplier, dan pihak eksternal lainnya.

6. Keterampilan Manajemen Waktu

Dalam lingkungan kerja yang seringkali dinamis dan penuh tantangan, kemampuan untuk mengelola waktu dengan efisien dan mengatur prioritas dengan baik merupakan hal yang sangat penting bagi seorang procurement specialist.

7. Pengetahuan tentang Peraturan dan Kebijakan

Memahami peraturan dan kebijakan terkait proses pengadaan barang dan jasa adalah hal yang penting dalam pekerjaan di bidang procurement. Seorang procurement specialist harus memahami dan mematuhi berbagai regulasi yang berlaku dalam industri dan perusahaan tempatnya bekerja.

  Operator Produksi, kerjanya ngapain dan berapa Gajinya

Dengan memenuhi syarat-syarat di atas, seseorang dapat menjadi kandidat yang potensial untuk melamar pekerjaan di bidang procurement. Selain itu, kemauan untuk terus belajar dan berkembang juga merupakan hal yang penting dalam menjalani karier di bidang ini.

Gaji Procurement

Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu: berapa sih gaji di bidang procurement? Jawabannya, tentu saja, tergantung. Faktor-faktor seperti lokasi, ukuran perusahaan, tingkat pengalaman, dan spesialisasi bisa mempengaruhi besaran gaji.

Gaji dalam bidang procurement dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk tingkat pendidikan, pengalaman kerja, lokasi geografis, ukuran perusahaan, dan industri tempat seseorang bekerja. Namun, secara umum, berikut adalah perkiraan kisaran gaji di bidang procurement:

  1. Posisi Entry-Level: Untuk posisi entry-level atau junior procurement specialist, gaji biasanya berkisar antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per bulan. Pada tingkat ini, seseorang mungkin memiliki sedikit pengalaman kerja dan pendidikan yang lebih rendah.
  2. Posisi Menengah: Untuk posisi yang membutuhkan pengalaman kerja yang lebih banyak dan tanggung jawab yang lebih besar, seperti procurement analyst atau procurement officer, gaji bisa mencapai antara Rp 7 juta hingga Rp 12 juta per bulan, tergantung pada tingkat keahlian dan kompleksitas pekerjaan.
  3. Posisi Senior atau Manajerial: Bagi mereka yang telah memiliki pengalaman kerja yang luas dan mungkin memiliki posisi manajerial, seperti procurement manager atau procurement director, gaji bisa mencapai lebih dari Rp 15 juta per bulan. Pada tingkat ini, tanggung jawabnya mencakup pengelolaan strategis departemen procurement dan pengambilan keputusan tingkat tinggi.
  4. Bonus dan Tunjangan Tambahan: Selain gaji pokok, sebagian besar perusahaan juga menawarkan bonus tahunan, tunjangan kesehatan, fasilitas karyawan, dan insentif lainnya sebagai bagian dari paket remunerasi mereka. Bonus biasanya terkait dengan kinerja individu, kinerja departemen, atau kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Perlu diingat bahwa kisaran gaji ini hanya perkiraan dan bisa berbeda tergantung pada berbagai faktor. Selain itu, faktor-faktor seperti negosiasi gaji, keahlian yang unik, dan faktor lainnya juga dapat mempengaruhi besaran gaji seseorang dalam bidang procurement.

Akhir Kata

Procurement adalah profesi yang menantang tapi juga sangat penting dalam menjaga roda bisnis perusahaan berjalan lancar. Dengan berbagai tugas dan tanggung jawab yang harus diemban, tidak heran jika profesi ini membutuhkan berbagai keterampilan khusus. Jadi, jika kamu tertarik untuk terjun ke dunia procurement, pastikan kamu sudah mempersiapkan diri dengan baik, ya!

Nah, itu dia pembahasan kita tentang dunia procurement. Semoga bermanfaat dan bisa membantu kamu yang sedang mempertimbangkan karier di bidang ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Related posts