Tahapan Umum Dalam Pengalengan Makanan

Tahapan Umum Dalam Pengalengan Makanan

Makanan kemasan yang langsung siap dikonsumsi sudah banyak beredar di pasaran. Sebagai pembungkus makanan tersebut, banyak pabrik pengolahan makanan yang lebih memilih dan menggunakan kaleng. Ini tentu tidak mengherankan mengingat kaleng mempunyai sejumlah kelebihan dan salah satunya ialah lebih tahan banting. Proses pengalengan makanan ini melalui tahap yang lumayan komplek demi menjamin produk terbaik yang sampai ke konsumen.

Namun di balik kemudahan mendapatkan makanan kalengan seperti di masa sekarang ini, rupanya ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Tahapan-tahapan tersebut cukup panjang hingga akhirnya makanan kemasan siap untuk diedarkan. Secara umum tahapan pengalengan makanan ini ialah sebagai berikut:

Tahapan Umum Pengalengan Makanan Hingga Siap Edar

1. Persiapan Kemasan dan Bahan Mentah

Mulai dari mempersiapkan kemasannya yaitu kaleng. Kaleng dalam tahap ini akan melalui beberapa proses termasuk pencucian atau pembersihan dan pemberian kode atau keterangan. Umumnya keterangan tersebut berupa deskripsi produk.

Adapun untuk bahan mentah ialah bahan makanan yang akan dimasukkan dalam kaleng. Persiapan bahan mentah dimulai dari pemisahan bahan yang hendak dikemas sesuai berat jenisnya, ukurannya atau apapun sesuai kebutuhan. Biasanya juga dilanjutkan dengan pembersihan, pembuangan bagian-bagian yang tidak perlu, penambahan zat tertentu dan lain sebagainya.

2. Pengisian Makanan Dalam Kaleng

Jika makanan sudah benar-benar siap, tahap pengalengan makanan selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam kaleng. Ketika proses pengisian ini, hal yang harus diperhatikan ialah diupayakan agar kaleng tidak terlalu penuh. Harus ada ruang kosong atau yang biasa disebut dengan head space supaya ketika proses sterilisasi masih terdapat ruang jika isi di dalamnya berkembang.

3. Pembuangan Gas atau Exhausting

Selanjutnya ialah tahap pembuangan gas atau exhausting. Tahap ini mempunyai tujuan utama untuk membuang udara yang ada dalam kemasan guna mencegah supaya tidak terjadi tekanan udara yang berlebihan. Tahap ini juga sekaligus bertujuan untuk mengurangi proses korosi.

Pada awalnya yang dilakukan ialah exhausting termal, yaitu mengisi wadah dengan bahan yang sebelumnya dipanaskan dulu agar gas bisa dikeluarkan. Jika gas sudah dikeluarkan kaleng akan segera ditutup dan selanjutnya diisi dengan suhu yang tinggi dengan kisaran 71o hingga 82Celsius.

4. Seaming

Seaming di sini ialah pemasangan penutup kaleng yang dilakukan dengan tepat dan rapi guna menghindari faktor penyebab kerusakan produk. Tahapan ini juga sekaligus sebagai langkah pencegahan masuknya bakteri yang bisa mengakibatkan produk tidak layak konsumsi. Proses penutupan menggunakan alat khusus.

Akan tetapi sebelumnya produk dan kemasan harus melalui pengecekan terlebih dahulu. Tujuannya ialah untuk memastikan bahwa ruang kosong yang dimaksud di poin sebelumnya telah memenuhi syarat. Usai proses penutupan, kemasan akan dibersihkan menggunakan campuran air panas dan larutan H2PO4. Selanjutnya kaleng dibilas dengan air bersih

5. Sterilisasi

Dalam pengolahan makanan kaleng, tahap sterilisasi adalah hal yang penting. Tahap ini dilakukan dengan cara memanaskan kemasan sekaligus dengan isinya pada suhu tertentu, tergantung makanan yang ada di dalamnya. Lama waktu pemanasan juga berbeda-beda karena menyesuaikan dengan makanan tersebut.

6. Cooling

Cooling berarti pendinginan. Pendinginan dilakukan dengan cara memanaskan produk lalu memindahkannya ke tempat yang suhunya rendah. Tujuannya ialah agar spora bakteri yang bisa merusak makanan dan belum mati dengan sempurna pada proses sebelumnya tidak muncul.

Untuk cooling sendiri dilakukan sampai suhunya masih berada di atas suhu ruangan yang normal. Ini perlu diperhatikan supaya butiran air yang masih menempel pada kemasan bisa lebih cepat menguap sekaligus menghindari terjadinya korosi dini.

7. Finishing serta Checking

Selanjutnya akan dilakukan pengecekan terhadap produk yang telah melalui semua tahapan di atas. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan kondisi serta berat produk supaya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Jika produk kemudian lolos di tahap ini, maka produk siap diedarkan.

Tahapan-tahapan di atas memang harus dilalui oleh makanan kalengan supaya kualitas produk tetap terjaga. Pastinya ini juga bertujuan supaya ketika produk dikonsumsi, tidak membahayakan kesehatan orang yang mengkonsumsinya. Nah khusus untuk Anda yang menginginkan produk makanan olahan baik dari daging sapi maupun dari jamur, bisa langsung kunjungi website sjap.co.id. Anda bisa mendapatkan produk kami secara online melalui official store kami di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on print
Share on email