Proses Pengalengan Makanan Agar Tetap Fresh Dan Aman Dikonsumsi

Tahapan Proses Pengalengan Makanan Agar Aman Dikonsumsi

Proses pengalengan makanan harus dilakukan sesuai dengan standar yng telh ditetapkan agar dianggap layak dan bisa beredar di pasaran secara luas. Hal tersebut dilakukan agar setiap produk yang dijual di pasaran mampu bermanfaat dan aman untuk dikonsumsi. Kemasan didesain sebaik mungkin untuk menjaga komposisi bahan baku yang digunakan bisa tetap fresh.

Berikut Tahapan Pengalengan Makanan

Pabrik pengolahan makanan harus memperhatikan dengan cermat tahapan proses produksinya agar produk dapat memenuhi standar beredar dan tetap berkualitas saat dimakan oleh konsumen. Terdapat 4 tahapan pengalengan makanan yang harus dilakukan sebagai berikut.

1. Persiapan kemasan kaleng yang akan digunakan

Kemasan produk dalam pengalengan makanan harus disiapkan terlebih dahulu sebelum mempersiapkan bahan baku karena nantinya akan berperan sebagai wadah. Berikut langkah-langkah proses persiapan yang dilakukan.

  • Printing (coating) adalah proses pemberian proteksi pada bahan kaleng agar tahan karat dan mampu mencegah reaksi yang mungkin terjadi antara produk dan kemasan.
  • Slitting (shearing) merupakan proses pemotongan kaleng menjadi bodi dan juga beberapa komponen sesuai dengan kebutuhan kemasan.
  • Pressing component merupakan proses dimana kaleng akan dibentuk secara lebih terperinci, misalnya menggunakan tutup pada bagian atas dan bawah.
  • Assembling merupakan proses penyatuan kembali body dengan tutupnya agar wadah bisa langsung digunakan.

 

2. Persiapan bahan mentah

Bahan baku utama yang digunakan tidak begitu saja langsung diolah, namun harus melewati beberapa tahapan terlebih dahulu sebelum bisa digunakan dalam proses pengalengan makanan. Inilah tahapannya:

  • Grading

Bahan mental akan dipisahkan sesuai dengan ukuran, warna dan berat jernihnya agar bisa diolah sesuai dengan kebutuhan.

  • Pembersihan bahan

Bahan yang sudah terpilih akan dibersihkan agar kualitasnya bagus saat diolah.

  • Pengupasan

Pembuangan bagian bahan baku yang tidak digunakan, misalnya terdapat cacat pada bagian tertentu.

  • Blanching

Sebelum dikalengkan, buah-buahan dan sayuran harus direndam terlebih dahulu dalam air mendidih selama beberapa menit, kemudian dikeringkan.

  • Penambahan bahan khusus

Penambahan bahan khusus dilakukan untuk meningkatkan cita rasa dari bahan utama, misalnya pemberian larutan garam, larutan sirup dan lain sebagainya. Penambahan bahan ini akan disesuaikan dengan produk yang akan diproduksi.

 

3. Pengisian produk ke kemasan

Pengisian produk ke kemasan juga suatu tahap yang perlu perhatian lebih dalam proses pengelangan makanan. Saat melakukan pengisian ke dalam kemasan, jangan mengisinya terlalu penuh dan pastikan terdapat ruang kosong pada wadah yang digunakan. Pastikan ruang kosong berjumlah 10% dari kapasitas kaleng.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan ruang saat proses sterilisasi, karena mungkin saja isi produk akan mengembang. Jika produk yang diisi berupa buah-buahan, maka masukkan terlebih dahulu buah kemudian larutan gula atau pelengkap lainnya.

 

4. Pengalengan

Dalam proses pengalengan makanan, terdapat beberapa langkah untuk memastikan agar produk tetap steril dan berkualitas saat disimpan dalam waktu yang lama. Berikut tahapannya.

  • Exhausting

Ruang kosong yang terdapat pada kemasan akan dibuang udaranya agar bisa lebih kedap dan produk didalamnya seolah tervakum. Hal ini dilakukan agar bahan baku bisa tetap awet.

  • Sealing

Ini merupakan proses penutupan wadah kaleng dengan sistem kunci agar produk tidak mengalami kebocoran atau kerusakan saat proses sterilisasi hingga sampai produk dipasarkan. Dalam proses ini kemasan juga akan dicuci dan diberikan kode yang berisikan informasi produk seperti tanggal produksi dan tanggal kadaluarsa.

  • Sterilisasi

Wadah yang sudah terisi produk akan dipanaskan pada suhu 121 derajat selama 20-40 menit. Tujuan proses ini adalah menghilangkan bakteri yang mampu menjadi penyebab kerusakan produk.

  • Cooling

Proses pendinginan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya over cooking dan mencegah tumbuhnya spora. Hal tersebut dilakukan agar kualitasnya tetap terjamin bagus.

Sistem pengalengan makanan harus dilakukan dengan cermat dan teliti agar seluruh kandungan nutrisi di dalam bahan baku bisa tetap terjaga dan bisa menunjang kesehatan masyarakat. Hal ini jugalah yang dilakukan oleh PT. Suryajaya Abadiperkasa untuk menghasilkan produk. Untuk mengetahui produk apa saja yang diproduksi, Anda bisa mengunjungi website sjap.co.id. Anda bisa mendapatkan produk kami secara online melalui official store kami di TokopediaBukalapak, dan Shopee.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on print
Share on email