5 Fakta Tentang Makanan Kaleng

5 Fakta Tentang Makanan Kaleng Yang Perlu Anda Ketahui

Makanan kaleng menjadi salah satu solusi untuk Anda yang ingin menikmati masakan lezat tanpa harus memasak tapi tidak perlu keluar rumah. Makanan dalam kemasan kaleng sudah ada sejak puluhan tahun silam dan kini jenis serta merk yang beredar semakin banyak.

Fakta-Fakta Makanan Kaleng

Inilah sederet fakta tentang makanan dalam kaleng yang mungkin tidak semuanya Anda ketahui:

1. Ditemukan Oleh Koki Prancis

Menurut catatan sejarah, metode memasukkan makanan ke dalam wadah kaleng untuk selanjutnya dipasarkan sudah dimulai sejak tahun 1809, dan metode ini pertama kali ditemukan oleh seorang koki asal Prancis bernama Nicolas Appert.

Kala itu, si koki diminta oleh Napoleon untuk membuat makanan yang bisa awet dalam waktu lama untuk para pasukannya. Sejak saat itu, seni mengawetkan makanan dalam kemasan ini semakin berkembang dan terus menyebar ke berbagai negara hingga sekarang.

2. Lebih Praktis dari Mie Instan

Bagi sebagian orang yang belum pernah mencoba makanan dalam kaleng mungkin menganggap bahwa mie instan adalah produk pangan paling praktis untuk diolah. Namun faktanya, mie instan tetap membutuhkan keterampilan memasak dasar agar cita rasanya tetap lezat.

Jika memasak mie instan kuah dengan takaran air dan waktu perebusan yang tidak tepat misalnya, maka rasa mie tidak akan enak, mungkin terlalu lembek, atau justru kurang matang dan terlalu banyak kuah hingga akhirnya terasa hambar.

Namun, sebagian besar makanan dalam kemasan ini hanya perlu dihangatkan sebentar dan sudah bisa langsung dimakan dengan jaminan rasa yang enak. Tidak perlu lagi ditambah bumbu atau bahan lain apapun.

Bagi sebagian orang yang memiliki aktivitas padat seperti bekerja dan hampir tidak memiliki waktu yang cukup untuk masuk ke dapur, makanan dalam kaleng adalah pilihan yang jauh lebih praktis dibanding mie instan atau telur dadar.

Saking praktisnya, para remaja yang tak pandai memasak pun akan bisa dengan mudah menyajikan makanan dalam kaleng.

3. Disegel untuk Kesegaran dan Memiliki Umur Simpan Hingga 10 Tahun

Kelang yang disegel dengan baik memiliki umur simpan yang sangat lama bahkan merk dan jenis makanan tertentu ada yang bisa bertahan hingga 10 tahun. Namun rata-rata, makanan dalam kemasan ini yang belum dibuka bisa bertahan sekitar 2-5 tahun, termasuk jangka waktu tidak sebentar.

Berbeda jauh dengan sayuran segar yang akan segera layu setelah dipetik, dan bahkan lemari pendinginan pun tidak mampu membuat sayur, buah, dan daging dapat bertahan hingga bertahun-tahun.

4. Kualitas Restoran

Makanan kaleng berbahan ikan dan daging akan segera dimasukkan ke dalam kaleng dan disegel , sehingga cita rasa hidangan tetap terjaga.

Hal ini karena kaleng makanan dibuat oleh mesin penyegel canggih yang membuat kaleng tetap kokoh. Kaleng tidak gampang bocor / terbuka, dan tertutup rapat sehingga udara dan kontaminan luar tidak bisa menjamah produk di dalamnya.

5. Bernutrisi Tinggi

Makanan siap saji seperti junk food memang kurang menyehatkan, namun makanan dalam kemasan ini justru sebaliknya. Semua nutrisi di dalam makanan sudah tertutup rapat di dalam kaleng dan tetap utuh sampai akhirnya dibuka.

Dibandingkan produk segar yang disimpan di dalam kulkas selama berhari-hari, sayur dan buah-buahan kaleng sudah terbukti mengandung lebih banyak nutrisi. Ini karena proses pengalengan biasanya terjadi beberapa jam setelah panen.

Artinya, sayur dan buah dikalengkan saat berada di puncak kesegaran. Tidak heran jika produk buah dan sayur kaleng laku keras di pasaran.

Dapatkan sensasi rasa masakan rumah dengan membeli makanan kaleng yang terjamin mutu dan kualitasnya hanya dari tempat terpercaya seperti https://sjap.co.id/. Mulai dari produk daging hingga sayur dan buah kaleng, situs ini menawarkan berbagai pilihan produk lezat dengan harga terjangkau. Anda dapat membeli produk – produknya dengan sangat mudah, melalui Cip Official Store yang ada di TokopediaBukalapak, Shopee, Blibli, Lazada, dan Jd.id.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on print
Share on email